Internet Marketing Submit Express Inc.Search Engine Optimization fat burners how to get rid of dark circles totok_analis_kesehatan

Search This Blog

Loading...

Sunday, 15 August 2010

                                                             HAEMOPHILUS


               Anggota genus Hemophilus merupakan parasit-parasit sejati. Beberapa spesies bersifat patigen. Kuamn-kuman dari genus ini berbentukbatang kecil negatif Gram, tidka dapat bergerak, dan untuk pertumbuhan yang tredapat di dalam darah (haemo = darah, philos = mencintai/ menyukai).
Beberapa spesies memerlukan factor x, suatu derivat hemoglobin yang termostabil. Lainnya memerlukan NAD (nicotinamide adenine dinucleotide) yang juga dikenal sebagaiu koensim 1 atau factor V yang termolanil. H. influenzae memerlukan kedua factor V dapat diperoleh ekstrak ragi dan juga dihasilkan oleh bebebrapa kuman tertentu speerti S. aureus. Sepsies hemofilus pada umumnya peka terhadap pendinginan dan pengeringan. Mereka merupakan parasit pada manusia dan binatang dan terutama sebagai penghuni komensal saluran nafas bagian atas manusia. Diperkirakan bahwa 30% anak sehat mengandung H. influenzae dalam secret orofaring dan hidungnya, dan pada orang dewasa kuman ini ditemukan dalam persentasi yang relatif tinggi. mengenai mekanisme bagaimana strain-strain tertentu H. influenzae tiba-tiba menjadi virulen dan menyebabkan infeksi yang berat pada epiglottis, laringh atau percabangan bronkis, belum diketahui dengan pasti. Indentifikasi spesies Hemofilus yang penting bagi manusia didasarkan atas reaksi hemolisis dan kebutuhannya akan factor-faktor X dan V. semua spesies hemofilus mereduksi nitrat menjadi nitrit kecuali H. ducreyi.
H. influenzae menyebabakn mengingitis bacterial akut pada bayi dan anak-anak kecil, serta menrupakan penyabab beberapa penyakit pediatric lainnya, sedangkan pada orang dewasa sering diasosiakan dengan penyakit paru kronik.
Kuman-kuman ini untuk pertama kalinya ditemukan oleg Pfeiffer (1892) pada waktu terjadi wabah influenza. Kuman-kuman ini ternayat merupakan penyebab daripada infeksi paru sekunder selama wabah oleh virus infkluenza tersebut.
Pada kuman ini dijumpai 2 macam koloni yaitu koloni R yang dibentuk oleh kuman-kuman tak bersimpai berasal dari saluran pernafasan dan koloni S yang dibentuk oleh kuman-kuman bersimpai berasal dari penyakit-penyakit invasit lainnya.
Kuman-kuman tersbeut terakhir dianggap virulen, dan secara serologic dibagi dalam 6 tipe (a s/d f) berdasarkan bahan-bahan simpainya. Penyelidikan-penyelidikan menunjukkan bahwa H. influenzae tak bersimpai (rought) biasa diasosiasikan dengan penyakit saluran kronik terutama pada orang dewasa, sedangkan H. influenzae bersimpai merupakan penyebab penyakit-penyakit invasive seperti meningitis, piartrosis, selulitis, pneumonoa, periladtityis dan epiglotitis akut. Kuman-kuman tipe b merupakan penyebab kebanyakan panyakit invasive, dan imunitas terhadap kuman ini ditunjukkan terhadap substansi polisakhartida simpai tipe b tersebut.
Kuman-kuman yang penting bagi kedokteran adalah :
- H. influenzae tipe b yang paling sering sebagai penyebab meningitis bacterial akut pada bagi dan anak-anak.
- H. influenzae (Koch-Weeks bacillus)
- H. ducreyi (Ducrey bacillus).

H. Influenzae
H. influenzae berbentuk coccobacillus nagatif Gram dengan ukuran 02,-0,3 x 0,5-0,8 μ,m, serta bersaimpai, yang dapat diketahui dengan reaksi Quellung memakai serum anti khas tipe. Kuman-kuman tak bersimai yang berasal dari sputuhm atau cairan telinga, bentuknya sering memanjang dan menunjukkan sifat-sifat bipolar pada pewarnan menunjukkan bentuk-bentuk pleomorfik dan filamen.

Sifat-sifat Biakan
Untuk membiakkan Hemofilus diperluakn perbenihan yang diperkaya perbeniuhan agar coklat serta perbenihan Levinthal & Fitdes. Hemofilus dapat tumbuh sebagai satelit di sekitar kuman-kuman lainnya seperrti Stafilokukus hemolitik yang juga terdapat di dalam bahan-bahan klinik.
Koloni-koloni satelit ini tumbuhnya lebih subur dibandingkan dengan koloni-koloni lainnya yang tumbuhnya jauh dari Stafilokukus tersebut. Hal ini tumbuhnya jauh dari stafilokukus tersebut. Hal ini disebabkan karena Stafilokokus menghasilkan factor V yang diperlukan bagi pertumbuhan Hemofilus. Pertumbuhan optimum terdapat pada suhu 37oC dan pH 7,4-7,8. Pengeraman dengan suasana CO2 10% dapat meningkatkan pertumbuhan, bahkan kadang-kadang diperlukan oleh beberapa Strain. H. influenzae yang berasal dari penyakit-penyakit invasive (biasanya kuma-kuman tipe b berasal dair darah, cairan serebro spinal atau luka) membentuk koloni-koloni mengkilap dan mukoid.
Koloni-koloni S sering berubah sifatnya secara spontan menjadi R karena kehilangan kemampuan membentuk simpai. Terdapat hubungan antara tipe koloni dengan stuktur antigen dan virulensi kuman. Spesies Hemofilus memerlukan salah satu atau kedua factor pertumbuhan X dan V yang terdapat di dalam darah (lihat tabel 21.1). factor V bersifat termolabil, sedangkan factor X termostabil.

Spesies Kebutuhan akan Faktor V Kebutuhan akan Faktor X Kebutuhan akan CO2 yang ditingkatkan Hemolisis Asa, dari D-Xy

Hemofilus bersifat aerob dan anaerob fakultatif. Indol dibentuk oleh banyak H. influenzae. H. influenzaelarut di dalam empedu. Diferensiasi dari spesies lainnya terutama didasarkan atas keperluan pertumbuhan dan asal biakan. Pergaian gula biasanya tidak dipergunakan dalam idenitfikasi.

Daya Tahan (Resistensi)
H. influenzae sangat peka terhadap kebanyakan disinfektan, juga terhadap kekeringan. Pada suhu 55oC akan mati dalam waktu 30 menit. Biakan kuman ini sangat sukar dipelihara/ dipertahankan di dalam laboratorium karena besifat autolitik. Cara penyimpanan terbaik adalah liofilisasi.

Struktur Antigen
Antigen penentu untuk H. influenzae yang bersimpai adalah polisakarida simpai. Polikasakarida ini menentukan khas tip kuman dan menjadi dasar penggolongan kuman-luman tersebut dalam 6 serotip a s/d f. penyelidikan menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara tipe koloni dengsn truktur antigen virulensi kuman. Perubahan bentuk kuman yang terjadi setelah kuman dibiakkan dalam perbenihan, menujukkan adanya mutasi berupa hilangnya kemampuan kuman untuk membentuk polisakarida simpai.
Hilangnya kemampuan membentuk simpai selama pembiakan adalah sinomin dengan perubahan bentuk koloni dari S menjadi R. Polisakarida simpai yang dilepaskan in vitro (atau in vivo), dapat ditentukan tip serologiknmnya dengan tes orsipitasi, difusi agar gel; hemaglutinasi atau flokulasi.
Karena kuman tip b merupakan penyebab dari pada lebih dari 95% penyakit-penyakit invasive, maka dengan ditemukannya antigen simpai tipe b dalam cairan badan penderita, dapat ditentukan diagnosis secara khas dan cepat.

Infeksi Klinik
Infeksi oleh H. influenzae terjadi setalh mengisap droplet berasal dari penderita, penderita baru sembuh atau carrier. Manusia merupakan satu-satunya reservoir bagi kuman ini. Ditemukannya kuman-kuman H. influenzae bersimpai (terutama tipe b) di dalam sputum invasi kuman tersebut ke dalam jaringan.
Antibodi terhadap polisakarida tipe b, baik yang dipeorleh karena infeksi alamaih atau karena vaksinasi, dapat mencegah invasinya kuman-kuman tipe b ke dalam jaringan.
H. influenzae menyebabkan sejumlah infeksi pada saluran pernafasan bagian atas seperti faringitis, otitis media dan sinusitis yang terutama penting pada penyakit paru kronik.
Selain itu, infeksi saluran pernafasan agaknya juga menjadi sumber invasi kuman ke dalam peredaran darah dan penyebaran ke lain-lain bagian tubuh. Penyakit paling penting yang disebabkan oleh H. influenzae adalah meningitis bacterial akut. Meningitis karena H. influenzae jarang terjadio pada bayi berumur kurang dari 3 bulan dan tidak umum dijumpai pada anak-anak diatas umur 6 tahun. Pada anak-anak, selainnya meningitis, H. influenzae tipe b juga meneyebabkan penyakit bacterial epiglottitisakut.

Diagnosa Labpratorium
Sebagai bahan pemeriksaan dapat dipergunakan cairan serebrospinak, sputum, cairan telinga, dari bahan pemeriksaan ini dibuat preparat Gram, dan juga harus ditanam pada perbenihan agar coklat yang dieramkan dalam suasana CO2 10%.
Staphyloccus streak technique dapat dapat dilakukan dalam usaha mengasingkan H. influenzae, terkontaminasi dengan kuman-kuman lain seperti cairan serebrospinal dan darah.
Reaksi Quellung yang khas sangat membantu diagnosis, kecuali untuk kuman-kluman tak bersimpai yang berasal dari saluran pernafasan. Deteksi antigen polisakarida simapi di dalam cairan tubuh juga merupakan bantuan yang berharga dalam menegakkan diagnosis (dan prognosis) meningitis. Adanya antigen yang khas di dalam serum atau cairan serebrospinal membeirkan diagnosis presumtif adanya infeksi H. influenzae, walaupun pembiakan tidak membeirkan hasil positif.


Pengobatan dan Pencegahan
Pemilihan antibiotika yang akan dipergunakan di dalam pengobatan terhadap setiap infeksi oleh Hemofilus, sebaiknya ditentuklan oleh tes kepekaan secara in vitro. Walaupun kebanyakan H. influenzae bersifat peka terhadap ampisilin, khloramfenikol, tetrasiklin, sulfonamida dan kotrimoksasol, dan terapi dengan salah satu atau kombinasi obat-obat ini ternyata efektif, namun kepekaan kumannya sendiri dan hasil suatu terapi tidak dapat diperkirakan H. influenzae bentuk L (L form)_yang resisten penisilin, dapat timbul selam apengobatan dengan penisislin, dan beberapa Srain H. influenzae dapat membentuk penisilinasa. Vaksin khas polisakarida simapi (vaksin PRP) yang telah berhasil dibuat dalam taraf penelitian, namun hasil-hasil pendahuluannya memberikan harapan yang sangat baik.

Lain-lain spesies Hemofilus

H. aegypticus (Koch-Weeks bacillus)
Kuman ini erat perkerabatannnya dengan H. influenzae, tetapi dpat dibedakan satu dari lainnya sevara serologic. Berbeda dengan H. influenzae, H. aegypticus tidak memmebntuk simpai, memerlukan factor-faktor X dan V untuk pertumbuhnannya dan berbahaya bagi manusia karena merupakan penyebab konjungtivitas purulenta terutama pada anak-anak, yang pada umumnya dapat disembuhkan dengan pemberian sulfonamida secara local.

No comments:

Post a Comment