Internet Marketing Submit Express Inc.Search Engine Optimization fat burners how to get rid of dark circles totok_analis_kesehatan

Search This Blog

Loading...

Wednesday, 18 August 2010

IDENTIFIKASI ANION

NAMA ANION : CN-
SAMPEL : KCN (Kalium Sianida)


Landasan Teori:

Sianida merupakan senyawa sian (CN) yang terkenal sebagai racun yang mematikan. Bila masuk ke tubuh akan mengganggu fungsi otak, jantung, menghambat jaringan pernapasan, sehingga terjadi asphyxia, yaitu orang menjadi seperti tercekik dan cepat diikuti oleh kematian.
Sianida adalah senyawa kimia yang mengandung (C≡N), yang terdiri dari 3 buah atom karbon yang berikatan dengan atom hidrogen. Secara spesifik, sianida adalah anion CN-. Senyawa ini ada dalam bentuk gas, liquid dan solid, setiap senyawa tersebut dapat melepaskan anion CN- yang sangat beracun. Sianida dapat terbentuk secara alami maupun dibuat oleh manusia dan memiliki sifat racun yang sangat kuat dan bekerja dengan cepat. Contohnya adalah HCN (hidrogen sianida) dan KCN (kalium sianida). Mengenai kelarutan sianida dari semua golongan alkali dan alkali tanah hanya sianida yang mudah larut dalam air.
Kata “sianida” berasal dari bahasa Yunani yang berarti “biru” yang mengacu pada hidrogen sianida yang disebut Blausäure ("blue acid") di Jerman. Hidrogen sianida merupakan gas yang tidak berasa dan memiliki bau pahit yang seperti bau almond. Kebanyakan orang dapat mencium baunya, tetapi ada beberapa orang yang karena masalah genetiknya tidak dapat mencium bau HCN. Hidrogen sianida disebut juga formonitrile, sedang dalam bentuk cairan dikenal sebagai asam prussit dan asam hidrosianik. Dalam bentuk cairan, HCN tidak berwarna atau dapat juga berwarna biru pucat pada suhu kamar. HCN bersifat volatile dan mudah terbakar serta dapat berdifusi baik dengan udara dan bahan peledak juga sangat mudah bercampur dengan air sehingga sering digunakan.
Natrium sianida dan kalium sianida berbentuk bubuk putih dengan bau yang menyerupai almond. Adanya hidrolisis dari KCN dan NaCN, HCN dapat terbentuk dengan reaksi sebagai berikut:
NaCN + H2O → HCN + NaOH
KCN + H2O → HCN + KOH
Bakteri, jamur, dan algae tertentu dapat menghasilkan sianida. Dapat pula ditemukan di beberapa makanan dan tumbuhan. Meskipun dalam jumlah yang sedikit, sianida dapat ditemukan di dalam almond, bayam, kecap, bambu, dan akar cassava. Sianida tersebut terdapat sebagai bagian dari gula atau senyawa alami lainnya. Sianida juga ditemukan pada rokok, asap kendaraan bermotor dan pada beberapa produk sintetik.
Banyak sianida di tanah atau air berasal dari proses industri. Sumber terbesarnya yaitu aliran buangan dari proses pertambangan logam, industri kimia organik, pabrik besi dan baja, serta fasilitas pengolahan air limbah publik. Sebagian kecil sianida dapat ditemukan pada runoff hujan yang membawa garam-garam sianida yang terdapat di jalan. Sianida yang terdapat di landfill dapat mencemari air tanah.
Sianida banyak digunakan untuk bidang kimia, pembuatan plastik, penyaringan emas dan perak, metalurgi, pembuatan obat antijamur, dan racun tikus. Sianida
juga banyak digunakan pada industri terutama dalam pembuatan garam natrium, kalium, dan kalium sianida sedangkan dalam pertambangan, sianida biasanya digunakan untuk memisahkan emas dari batuan. Dalam pertanian, sianida juga dikenal sebagai herbisida. Dikalangan nelayan, sianida dikenal dengan nama ‘potas’


Walaupun beberapa substansi yang mengandung sianida telah digunakan sebagai racun sejak berabad-abad yang lalu, sianida yang sesungguhnya belum dikenal sampai tahun 1782. Pada saat itu sianida berhasil diidentifikasi oleh ahli kimia yang berasal dari Swedia, Scheele, yang kemudian meninggal akibat keracunan sianida di dalam laboratoriumnya.
Pada saat ini, sianida digunakan oleh pemerintah, perusahaan maupun perorangan untuk bermacam keperluan, tapi tanpa disadari sianida ini telah memberikan efekbagi kehidupan kita.
Inilah beberapa contoh efek toksik yang ditimbulkan oleh sianida:
 Pengaruh sianida terhadap berbagai organ;
 Inhalasi
Sisa pembakaran produk sintesis yang mengandung karbon dan nitrogen seperti plastik akan melepaskan sianida. Rokok juga mengandung sianida, pada perokok pasif dapat ditemukan sekitar 0.06µg/mL sianida dalam darahnya, sementara pada perokok aktif ditemukan sekitar 0.17 µg/mL sianida dalam darahnya. Hidrogen sianida sangat mudah diabsorbsi oleh paru, gejala keracunan dapat timbul dalam hitungan detik sampai menit. Ambang batas minimal hydrogen sianida di udara adalah 2-10 ppm, tetapi angka ini belum dapat memastikan konsentrasi sianida yang berbahaya bagi orang disekitarnya. Selain itu, gangguan dari saraf-saraf sensoris pernafasan juga sangat terganggu. Berat jenis hidrogen sianida lebih ringan dari udara sehingga lebih cepat terbang ke angkasa.
Anak-anak yang terpapar hidrogen sianida dengan tingkat yang sama pada orang dewasa akan terpapar hidrogen sianida yang jauh lebih tinggi.

 Mata dan kulit
Paparan sianida dapat menimbulkan iritasi baik mata maupun kulit. Paparan ini terjadi setelah terjadi paparan atau 30-60 menit. Kebanyakan kasus disebabkan kecelakaan pada saat bekerja sehingga cairan sianida kontak dengan kulit dan meninggalkan luka bakar.
 Saluran pernapasan
Bila sianida dalam bentuk asam sianida sampai tertelan efeknya sangat fatal karena mudah masuk ke dalam saluran pencernaan. Tidak perlu melakukan/merangsang korban untuk muntah karena sianida sangat berdifusi dengan saringan dalam saluran tubuh.

 Gejala klinis keracunan sianida;
1 nyeri pada kepala
2 mual, muntah
3 sesak napas, dada berdebar, terjadi perubahan perilaku seperti agitasi dan gelisah
4 berkeringat banyak, warna kulit merah, tubuh terasa lemah dan vertigo juga dapat muncul.
5 Tubuh jadi tidak sadar dan puncaknya koma, dilatasi pupil, teemor, kejang-kejang, penekanan pada pusat pernapasan, gagal napas sampai berhenti jantung.
 Gejala / tanda fisik akibat keracunan sianida tergantung pada;
1 dosis sianida
2 banyaknya pemaparan
3 jenis pemaparan
4 tipe komponen dari sianida.
Semua jenis sianida sangat beracun. Asam bebasnya, HCN, mudah menguap dan sangat berbahaya, sehingga untuk melakukan eksperimen dalam mana gas ini kemungkinan akan dilepaskan, atau eksperimen-eksperimen dalam mana sianida-sianida dipanaskan, harus dilakukan dalam lemari asam agar tidak membahayakan bagi kita sendiri maupun orang lain.
REAKSI SPESIFIK
Reaksi spesifik sianida adalah dengan melakukan uji biru Prusia. Ini merupakan uji yang sulit dan dilakukan sebagai berikut:
1). Larutan sianida tsb dijadikan basa dengan larutan natrium hidroksida.
2). Kemudian ditambahkan dengan larutan besi (II) sulfat dan campuran di didihkan.
3). Diasamkan lagi dengan menambahkan asam klorida( untuk menetralkan setiap alkali bebas yang mungkin ada). Yang dilanjutkan dengan penambahan besi (III) sulfat lagi. Sehingga diperoleh endapan biru Prusia.
Reaksi Kimia:
KCN + NaOH → NaCN + KOH

6NaCN + 3FeSO4 → 3[Fe(CN)6]4- + 3Na2SO4

[Fe(CN)6]4- + 2HCl + FeSO4 → ↓ biru Fe4[FeCN6]3 + 2H2SO4 + 2Cl-

REAKSI PENEGASAN
Reaksi penegasan sangat banyak diantaranya adalah:
a) Larutan Sianida ditambahkan dengan AgNO3 akan terbentuk endapan putih yang tidak larut dalam asam nitrat tapi larut AgNO3 dalam berlebih, NH3, Na2S2O3

KCN + AgNO3 → AgCN ↓ putih + KNO3

b) Larutan Sianida ditambahkan dengan Pb(CH3COO)2 akan terbentuk endapan berwarna putih dan tidak larut dalam penambahan HNO3.

2KCN + Pb(CH3COO)2 → Pb(CN)2 ↓ putih + CH3COOK

c) Larutan sianida ditambahkan dengan larutan CuSO4akan terbentuk endapan hijau.

2KCN + CuSO4 → Cu(CN)2 ↓ hijau + K2SO4

d) Larutan sianida ditambahkan dengan larutan HgNO3 akan terbentuk endapan abu-abu merkurium logam.

KCN + HgNO3 → HgCN ↓ abu-abu + KNO3

e) Larutan sianida ditambahkan dengan larutan H2SO4 pekat akan dilepaskan karbon monoksida, yang dapat dinyalakan dan terbakar dengan nyala biru.

2KCN + 2H2SO4 + 2H2O → 2CO ↑ + K2SO4 + (NH)2SO4

f) Larutan sianida ditambahkan dengan larutan HCl encer akan menimbulkan asam sianida yang berbau seperti amandel pahit, dilepaskan dalam keadaan dingin.

KCN + HCL → HCN ↑ + KCl







KESIMPULAN

 Sianida adalah zat beracun yang sangat mematikan. Hidrogen sianida adalah cairan tidak berwarna atau dapat juga berwarna biru pucat pada suhu kamar. Bersifat volatile dan mudah terbakar .
 Sianida ditemukan pada rokok, asap kendaraan bermotor, dan makanan seperti bayam, bambu, kacang, tepung tapioka dan singkong. Selain itu juga dapat ditemukan pada beberapa produk sintetik
 Gejala yang ditimbulkan oleh zat kimia sianida ini bermacam-macam; mulai dari rasa nyeri pada kepala, mual muntah, sesak nafas, dada berdebar, selalu berkeringat sampai korban tidak sadar
 Sianida termasuk dalam kelas A yaitu Anion yang melepaskan gas saat ditambahkan dengan asam klorida.
 Uji spesifik Sianida yaitu dengan menggunakan uji Biru Prussia, yang nantinya akan menghasilkan endapan biru.
 Dalam pengujian terhadap Sianida sebaiknya berhati-hati karena sinida ini sendiri sangat beracun bila melepaskan gas maka sebaiknya dilakukan di lemari asam.










DAFTAR PUSTAKA


 Baskin SI, Brewer TG. Cyanide Poisoning. Chapter. Pharmacology Division. Army Medical Research Institute of Chemical Defense, Aberdeen Proving Ground, Maryland. USA. Available from: www.bordeninstitute.army.mil/cwbw/Ch10.pdf. Access on: Nov 29, 2006.
 Anonymus. Hydrogen Cyanide (HCN).UN. available from : www.atsdr.cdc.gov/mhmi/mmg8.pdf. Access on: November 29, 2006
 Centers for Disease Control and Prevention. The Facts About Cyanides. New York State Department Of Health. New York. 2004. Available from: www.health.state.ny.us/nysdoh/bt/chemical_terrorism/docs/cyanide_general.pdf. Access on: November 29, 2006
 Anonymus. Fact About Cyanide.C. Departement Of Health and Human Service. Center for Disease Control and Prevention. 2003. Available from: www.bt.cdc.gov/agent/cyanide/basics/pdf/cyanide-facts.pdf. Access on: November 29, 2006
 Agency for Toxic Substances and Disease Registry. Cyanide. Division of Toxicology and Environmental Medicine. Atlanta. 2006. Available from: www.atsdr.cdc.gov/tfacts8.pdf. Access on: November 29, 2006
 http://klikharry.wordpress.com/2006/12/14/keracunan-sianida/
 http://en.wikipedia.org/wiki/Cyanide
 http://emergency.cdc.gov/agent/cyanide/basics/facts.asp
 http://www.atsdr.cdc.gov/toxprofiles/tp8.pdf

No comments:

Post a Comment